Monograph
Thomas More - Why? Utopia
THOMAS MORE – Seokho JEONG
TEMPAT IMPIAN SEMUA ORANG, UTOPIA
Jawaban mengenai pertanyaan ‘apakah bahagia itu?’ akan memiliki perbedaan bagi setiap orang. Bukan karena dari terlalu terbanyaknya jumlah kebahagiaan yang ada sehingga tidak dapat dihitung, namun karena konsep kebahagiaan itu sendiri berubah-ubah mengikuti masa dan kondisi yang ada. Maka dari itu akankah ada tempat di mana semua orang di dunia ini dapat merasakan kebahagiaan yang sama?
Jawaban atas pertanyaan tersebut ternyata telah diperlihatkan oleh Thomas More sekitar 500 tahun yang lalu. More berpendapat bahwa dalam suasanan di mana manusia dapat saling tenggang rasa dan tanpa keserakahan, sebuah masyarakat yang ideal dapat terwujud. Untuk membuat dan menjaga masyarakat yang seperti itu maka tentu saja peranan seorang pemimpin yang memiliki repitasi baik juga sangat penting. Setelah itu hukum dan institusi, kebudayaan, fasilitas umum dan lain sebagainya, harus membantu naluri mendasar manusia untuk kebahagiaan semua orang.
Sebenarnya Utopia yang dikemukakan oleh More ini sulit untuk diterapkan pada zaman sekarang ini. Bagaimanapun juga untuk menyelaraskan tingkat hidup atau budaya dari semua negara yang sangat berbeda sangatlah tidak mungkin. Karena itulah kita perlu focus pada pemikiran More. Meski merupakan suatu bentuk ideal, namun saat kita mengetahui bahwa kita semakin menjauh dari bentuk tersebut, hanya dengan mencoba membayangkan kembali keidealan tersebut maka dapat menjadi titik balik yang bisa mengembalikan kita pada tujuan yang kita harapkan.
Bagaimana pun juga, karena Utopia adalah tempat yang tidak ada, maka bisa saja dia ada sebagai sebuah ideal yang kita harapkan. (Nam Sang Hyun)
| 02679 | 926.3 SEO u | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain