Monograph
And Then were None : Sepuluh Anak Negro
Cerita dimulai dengan diundangnya delapan orang yang masing-masing memiliki latar belakang berbeda dan tidak saling kenal ke sebuah pulau oleh Mr. U.N. Owen. Di pulau itu, mereka plus sepasang suami istri pelayan di kastil di pulau tersebut baru menyadari keganjilan si empunya undangan, karena Mr. U. N. Owen bisa dibaca Mr. Unknown.
Misteri diawali dengan berputarnya sebuah gramofon secara misterius yang menyebutkan sebuah dosa yang pernah dilakukan kesepuluh orang tersebut, yang rata-rata adalah dosa pembunuhan. Dikatakan pula bahwa sepuluh orang itu akan menerima balasan atas perbuatan mereka.
Dan ternyata, kesepuluh orang itu memang menerima balasannya. Satu persatu dari mereka tewas, dan cara matinya adalah interpretasi dari sajak anak-anak kuno yang dibingkai di atas perapian.
Agatha Christie sungguh pandai membangun ketegangan dalam suasana mencekam di pulau itu. Satu persatu terbunuh, menyebabkan sulit memercayai satu sama lain. Nuansa kematian ada di seluruh penjuru pulau. Perasaan 'siapa yang akan mati berikutnya?', ditambah perasaan bersalah akan dosa masa lalu, membuat mental kesepuluh tokoh itu diuji total.
Tapi, kesepuluh tokoh itu mati pada akhirnya.
Tanpa diketahui siapa pelaku semuanya.
Dan tiada pula detektif pengungkapnya.
Jadi, bagaimana penjelasan itu semua?
Anda dapat membacanya sendiri dalam novel detektif paling dahsyat ini.
| 00009 | 889.221 3 AGA a | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain