Monograph
Anak-Anak Langit
ANAK-ANAK LANGIT - Zhaenal Fanani
Siapakah gerangan perempuan muda itu? Ia hadir seperti partikel yang memiliki daya rekat luar biasa sekaligus membawa panorama yang meneduhkan. Area tanah kosong itu pun menjadi kediamannya untuk menebar pesona, menanam cinta, dan menyerap energi yang bersilangan di sekitarnya. Area tanah kosong dekat Tugu Pancoran yang sangat sibuk dengan suara anak-anak jalanan, suara kondektur bus kota, atau desing kendaraan.
Berdiam diri di sekitarnya seketika menghadirkan dilema menyesakkan. Di sana-sini, hilir mudik wajah gelisah anak-anak yang harus bertarung melawan kehidupan. Mereka harus meninggalkan dunianya sendiri, dunia anak-anak.
Dengan penuh semangat, ia pun mendekati mereka, bersahabat dengan mereka, lalu melangkah bersama mereka, meniti arus yang bergetar melawannya. Anak-anak pun menyambut dengan suka cita lalu melakukan sebuah kegiatan di setiap sore.
Bermodal cinta, kecemerlangan otak, dan ketegaran jiwa, ia dapat berlalu lalang dengan bebas di antara mereka. Perlahan namun pasti, area tanah kosong itu pun berubah warna. Setiap sore, terdengar suara celoteh mereka yang bertanya tentang banyak hal, terdengar nyanyian Indonesia Raya, dan terkadang lantunan suara anak-anak yang mengaji.
Sttt... perempuan muda itu bernama: Ziza!
Sungguh, sebuah novel dengan lanskap yang sangat menarik untuk kita simak! Menghentak dan sanggup menggedor-gedor sisi terdalam kemanusiaan kita!
| 00414 | 899.221 3 ZHA a | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain