Monograph
Azab dan Sengsara
Azab dan Sengsara dianggap sebagai tonggak lahirnya novel modern di Indonesia. Selain karena penggunaan bahasa Melayu Tinggi, karya Merari ini tidak lagi berbentuk hikayat. Walau apabila ditinjau dari segi ceritanya masih mengangkat persoalan kehidupan sehari-hari seperti dalam hikayat. Namun berbeda dengan hikayat yang selalu mengungkapkan dunia istana, Azab dan Sengsara justru memaparkan dunia orang biasa, serta menampilkan unsur-unsur kritik sosial yang tidak pernah ditampilkan dalam hikayat. Azab dan sengsara mengetengahkan kisah cinta antara Aminuddin dan Mariamin. Novel ini dibuka dengan tradisi martandang, yaitu kunjungan pemuda ke rumah pemudi baik sebagai teman biasa maupun telah menjadi kekasih. Hal ini termasuk adat pergaulan muda-mudi yang berlaku di Batak Angkola.
| 00613 | 899.221 3 MER a | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain