Monograph
Taruntum - Tatika
TARUNTUM - DTI (Desa Tatika Indonesia)
Kitab Tatika (Cerita Tiga Kalimat) bertajuk TARUNTUM ini ditulis oleh 72 penulis yang melahirkan 246 tatika dengan aneka cerita. Hanya tiga kalimat saja penulis harus dapat mengeksekusi cerita hingga tercipta cerita yang dapat dinikmati dan dimaknai. "TARUNTUM" berasal dari bahasa Jawa yang mempunyai makna tumbuh kembali, bersemi kembali, atau semarak kembali.
Menurut Tengsoe Tjahjono, penggagas cerita tiga kalimat ini, tatika merupakan jenis "flash-fiction". Bukan merupakan snapshot atau sekedar sketsa. Tatika merupakan cerita lengkap, dari awal, tengah sampai dengan akhir. Jika dibayangkan seakan-akan mudah untuk menciptakannya, sesungguhnya penulis memiliki tantangan yang sangat besar. Tantangan itu berupa bagaimana penulis mengeksekusi cerita. Penulis harus berhasil mengeksekusi secara anggun, kuat dan tak terduga pada kalimat ketiga.
PESAN SINGKAT - Tengsoe Tjahjono (hlm. 113)
"Tunggu aku di kafe kopi langganan kita," pesannya di messenger. Kubelah hujan yang turun sejak sore. Di kafe dia tak kunjung datang sampai seorang teman berkhabar: Handoyo wafat kecelakaan tadi siang.
RAPI - Yayuk Sulistiyowati MV. (hlm. 127)
Pagi itu Sheren keponakanku bertanya mengapa rambutku disemprot hairspray sebelum berangkat ke tempat kerja. Dengan lembut kujelaskan padanya bahwa cairan itu gunanya untuk merapikan rambut. Keesokan paginya aku melihat Wisnu nuri yang tiap pagi menyapaku diam meringkuk tanpa bulu, dan mataku tertuju pada tulisan anak usia enam tahun berbunyi: "Maaf ya tante, bulu Wisnu tadi aku rapikan...".
Selamat membaca... Salam Literasi
| 02645 | 899.221 3 KPI d | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain