Text
Yang Fana adalah Waktu
Ketika sebuah kisah mendekati akhir, ada saja kisah baru yang muncul menggantikannya…. (hal.130)
Kelanjutan kisah Sarwono dan Pingkan masih menggantung seperti sejak awal di novel Hujan Bulan Juni, dan masih ada jarak Kyoto dan Solo/Jakarta terlepas setelah Pingkan “Melipat Jarak” sebelumnya. Sarwono yang sedang menjalani masa penyembuhan kembali saling bersurel dengan Pingkan yang melanjutkan studinya di Jepang, yang otomatis membawa Katsuo kembali di antara mereka. Cinta dua sejoli itu tak terganggu sama sekali, terlepas dari apa yang sudah terjadi, tapi jarak dan waktulah yang bermasalah. Sementara itu, pasangan Bapak dan Ibu Hadi beserta—yang selalu mereka sebut calon besan—Ibu Pelenkahu tampak masih berkasak-kusuk perihal hubungan kedua anak mereka.
Kisah ini pun akhirnya ditutup dengan manis dan apik, semanis gula-gula yang mewujud lapisan-lapisan awan. 4/5 bintang untuk babak akhir pertunjukan karya sastra ala Pak Sapardi.
Katamu kenangan itu fosil, gak bisa diapa-apakan. Tapi yang ini bisa. (hal.95)
| 02755 | 899.221 3 SAP y | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain