Monograph
NGENEST Ngetawain Hidup Ala Ernest
Ngetawain Hidup Ala Ernest
Novel ini menceritakan kehidupan Ernest pada waktu kecil yang terlahir dari keluarga cina, yang membuat dia sering di diskriminasi dan dikucilkan oleh teman-temannya dalam kehidupan sehari-hari. Bagi mereka, gak ada istilah “kami” atau “kalian”. Adanya adalah “gua orang” dan “lu orang”. Kesannya insecure banget ya?
“Gue juga tau kalo kita semua ini orang, bukan ubur-ubur.” (Diambil dari bab “Woy, Cina!”)
Bermula ketika Ernest remaja masuk sekolah dasar dengan fisiknya yang terlihat berbeda dari teman-temannya; mata sipit dan kulit putih, Ernest sering dirundung teman-temannya. Ernest menjalani hari-hari dengan tindakan diskriminasi yang ia rasakan sampai dia lulus SMA. Kemudian, dia berpikir untuk kuliah di (UNPAD) Universitas Padjajaran Bandung yang mungkin akan mengubah hidupnya menghilangkan diskriminasi tersebut.
Di Bandung Ernest mencoba berbaur dengan teman – teman pribuminya meski ditentang oleh sahabat dekatnya sendiri yaitu Patrick. Dengan berbagai usaha yang telah dilakukannya ternyata semua sia-sia, sehingga Ernest berpikiran dengan cara terbaiknya adalah mencari seorang gadis pribumi dan menikahinya.
Dalam buku ini Ernest juga mengangkat budaya, ras, etnis hingga isu politik yang diangkat melalui genre komedi dan sudut pandangnya terhadap diskriminasi etnis china. Ernest memotret isu tersebut dan menyampaikannya dengan humor yang segar dan jujur. Ernest juga mengungkapkan kritikannya terhadap masalah sosial, efek perkembangan teknologi, dunia pendidikan, dan lain sebagainya.
Dijamin enggak garing deh…
| 00795 | 792.23 ERN n | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain