Monograph
Me and My Student
Menjadi guru juga harus dari hati, karena sudah menjadi rahasia umum, untuk menjadi seorang guru, kita tidak bisa mengharapkan gaji yang tinggi dibandingkan pekerjaan-pekerjaan bergengsi lainnya. Seperti dalam judul ‘Murid-muridku yang Super Duper’, sang guru harus menyerah dengan keadaan karena minimnya gaji sebagai guru. Tapi ada juga yang mendapatkan kebahagiaan tersendiri saat menjadi guru, seperti dalam judul ‘911 Teacher’. Bagi penulisnya yang tidak memiliki hubungan darah dengan murid-muridnya bisa memiliki rasa sayang mendalam pada mereka. Mungkin ini namanya naluri seorang guru, menemukan arti kebahagiaan yang sebenarnya.
Passion seseorang untuk memilih profesi sebagai guru tercermin di judul ‘Aku Bangga Menjadi Bunda’ dan ‘Para Pejuang Ilmu’. Murid, bagi seorang guru justru mengajarinya tentang arti perjuangan. Walaupun terkadang badan sakit dan lemah, namun ketika melihat mereka, rasa sakit itu hilang dan berganti menjadi semangat. Ya, semangat untuk menjadikan anak didiknya sebagai orang yang berguna bagi keluarga, lingkungan, negara serta agama di masa yang akan datang
Beberapa kalimat favorit dalam buku ini:
Menjadi guru saat ini tak sebatas mengajarkan pelajaran-pelajaran saja, tetapi hampir semua hal. (hlm. 44)
Guru bukan lagi subjek belajar, tapi guru dan murid adalah subjek yang setara. Guru dan murid adalah teman, yang sudah semestinya akrab. Mereka semestinya karib yang menceritakan banyak hal dan belajar tanpa batas waktu sekolah. (hlm. 44)
Semua anak, punya hal unik dari diri mereka. (hlm. 45)
Siapa pun kamu dan sekeras apa pun hatimu akan kalah menghadapi seorang anak yang dengan kepolosan dan keluguannya, meminta maaf kepadamu dan merasa bersalah dengan setulus hatinya. (hlm. 47)
Setiap siswa punya kesukaan dan karakter masing-masing. (hlm. 84)
Setiap orang pasti menginginkan anaknya tumbuh secara normal sesuai usianya. Namun, hidup punya cara tersendiri dalam memberikan pelajaran. (hlm. 88)
Ada pertemuan pasti ada perpisahan, dan dalam kebersamaan itu pasti ada pengalaman yang tak bisa terlupakan. (hlm. 104)
Kalau mau jadi orang sukses, ya harus belajar, salah satunya dengan sekolah. (hlm. 122)
Ibu adalah madrasah pertama dan utama bagi anak. (hlm. 140)
Beberapa selipan sindiran halus dalam buku ini:
Di dunia ini tidak ada yang gratis, semuanya bayar. (hlm. 31)
Kadang murid memang menjengkelkan bagi guru. Tapi, dari sikap-sikap yang menjengkelkan itu, belajar seperti apa untuk bersabar. (hlm. 44)
Kita tidak boleh menuduh tanpa bukti, mencurigai teman tanpa alasan, apalagi sampai mengolok-oloknya. (hlm. 51)
Anak-anak zaman sekarang memang di luar nalar. (hlm. 62)
Kau harus menyadari bahwa zaman berubah. Kebutuhan pendidikan sekarang bukan saja untuk mencari ilmu, lebih kepada mencari ijazah. (hlm. 84)
(by Luckty)
| 01719 | 899.221 3 RIS m | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain