Monograph
Machiavelli - Why? The Prince
MACHIAVELLI – Visual
POLITIK YANG LEBIH MENCINTAI TANAH AIR DIBANDING DIRINYA SENDIRI
Dalam sejarah, banyak filsuf menekankan nilai-nilai, kehidupan seperti ‘dahulukan yang lain’, ‘harus memelihara kesopanan’, dan lain-lain. Saat buku berjudul “The Prince (Sang Penguasa)” karya Machiavelli ini rilis, orang-orang menganggap pemikirannya sangat egois. Machiavelli dalam “The Prince” mengatakan “jangan ragu menggunakan berbagai cara untuk mencapai tujuan”. Bagaimana tanggapan kalian atas pemikiran tersebut?
Italia pada abad ke-15 terbagi menjadi beberapa negara kota dan situasinya sangat kacau. Politikus sekaligus filsuf Italia, Machiavelli, sangat bingung memikirkan cara untuk memajukan tanah airnya, Firenze, dan juga negara-negara lain. Lalu, dia pun menulis buku yang dipersembahkan untuk seorang pemimpin. Buku “The Prince” dianggap lebih realistis disbanding buku filsaafat lain dan terkesan agak egois.
Akan tetapi “The Prince” bukan hanya sekedar buku egois seperti rumor yang beredar. Pemikiran Machiavelli justru membuat raja tidak dibenci oleh rakyatnya. Machiavelli menjelaskan tentang ‘moral’ demi kemajuan negara dan kesejahteraan rakyat. Kemudian, tidak hanya orang yang mengikuti Machiavelli, orang-orang yang melawannya pun jadi setuju dengan pemikirannya dan menjadikan pemikiran tersebut sebagai dasar pemikiran politik. Melalui buku ini kita mempelajari Italia pada abad ke-16, masa Machiavelli hidup, dan juga membahas peran pemimpin yang dibutuhkan pada abad ke-21 ini. (Choi Yu-ri)
| 02674 | 926.3 VIS m | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain