Monograph
Namaku Donna - Melepaskan Diri dari Belenggu Autisme
NAMAKU DONNA – Donna William
Buku ini adalah memoar kedua Donna Williams setelah Dunia di Balik Kaca. Kembali, dalam buku ini pun, Donna menyadarkan kita tentang nilai sebuah kehidupan betapapun pahitnya; melepaskan diri dari belenggu autisme.
"Aku mencintaimu, Donna," katanya.
Aku mempertimbangkan kata-katanya dan tanpa ragu-ragu aku mengucapkan kata-kata yang tidak pernah kuucapkan kepadanya, "Aku juga mencintaimu Ayah," kataku sambil mengusap air mataku. Dia berbicara kepadaku sebagai seorang Ayah. Dia sekarat dan jiwanya akan segera terbang. Aku gembira untuknya. Dia akan bebas. Aku mengucapkan selamat tinggal kepadanya dan bersyukur kepada Tuhan yang memberi hadiah berupa kematian yang memberi seseorang kesempatan untuk mengucapkan selamat tinggal dan mencari kedamaian.Aku mengirimkan bunga-bungaan dengan warna-warna ceria, seperti pribadinya dan meminta agar bunga-bunga tersebut dikirimkan dengan sebuah pesan, "Selamat Terbang".
Si gadis autistik, Donna Williams, terus mengembara sepanjang hidupnya. Perjalanan panjangnya memiliki suatu tujuan, yaitu mencari kebahagiaan yang selalu dia idam-idamkan. Tetapi, pengembaraan Donna mencari kebahagiaan ini bagaikan menembus onak duri. Banyak ujian yang harus dilewatinya: perceraiannya dengan Ian, penyakit-penyakit yang dideritanya, kematian ayahnya pada saat komunikasi mereka baru saja beranjak membaik, dan peristiwa-peristiwa lain yang membuatnya berduka.
| 00175 | 899.221 3 DON n | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain