Monograph
Cinta Brontosaurus
Awal mula novel ini bercerita saat Raditya Dika masih duduk di bangku SD. Sebagaimana anak kecil yang penuh dengan keingintahuan, Dika menanyakan kepada orang tuanya mengenai arti dari kata ‘Cinta Monyet’ yang ia dengar sendiri dari ibunya. Pembahasan mengenai cinta monyet ini terjadi saat Dika bercerita mengenai seorang anak gadis yang bernama Lia. Ya, Lia adalah teman sekelas atau bisa dikatakan cinta pertamanya Dika. Segala cara ia lakukan untuk dapat menarik perhatian gadis bernama Lia ini. Mulai dari penataan rambut, baju, memakai parfum nyokap bahkan sampai dengan tempat pensil bergambar Snoopy.
Suatu hari, Dika memberanikan diri untuk menulis surat kepada pujaan hatinya. Dengan spidol yang warna-warni mulailah dia menulis kalimat yang dia sendiri tidak tahu cara penulisannya. Dika mencoba mengirim surat dengan menggunakan bahasa Inggris, untuk lebih membuat pujaan hatinya berkesan. Permasalahannya ialah dia tidak tahu cara menulisnya hanya tahu cara pengucapannya. Akhirnya terciptalah tulisan dengan kalimat “Dear Lia, I thing of you every knight’’.
Surat pun terkirim dan keesokan harinya Lia membalas surat tersebut. Dika membuka surat balasan dari Lia dengan penuh rasa penarasan dan tangan gemetar. Isi dari surat balasan tersebut adalah perbaikan kalimat bahasa Inggris Dika yang salah menjadi ‘ I think of you every night’. Ada catatan di balik surat tersebut yang berisi Lia telah memiliki pacar dan Lia ingin mengajak Dika bertemu dengan pacarnya.
Dari pengalaman inilah Dika belajar mengenai arti dari cinta monyet atau cinta kanak-kanak yang berbeda dari cinta orang dewasa. Cinta orang dewasa lebih banyak pertimbangan sementara cinta monyet tidak mementingkan pertimbangan dan membiarkannya mengalir begitu saja, hanya cukup mengatakan aku suka sama kamu. Bisa dikatakan cinta orang dewasa lebih primitif dari cinta monyet, oleh karenanya lah disebut Cinta Brontosaurus.
Wah, keran kan… !!!
| 00359 | 899.221 3 RAD r | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain