Monograph
Burlian
Burlian “Si Anak Spesial”, anak ketiga dari empat bersaudara. Dua kakaknya bernama Eliana dan Pukat. Adiknya bernama Amelia. Julukan “si Anak Spesial “ diberikan kepada Burlian oleh Mamak dan Bapak. Bahkan tetangga, kenalan-kenalan Bapak dan Mamak juga ikut memanggilnya seperti itu. Itu adalah cara terbaik bagi Bapak dan Mamak untuk menumbuhkan percaya diri dan keyakinan pada diri Burlian. Panggilan itu seolah menjadi pegangan penting setiap Burlian terbentur masalah.
Burlian terlahir dari orang tua yang tak tamat Sekolah Rakyat (Sekolah Dasar) membuat Bapak terus menanamkan prinsip pada anak-anaknya betapa pentingnya pendidikan. Untuk mendapatkan biaya sekolah keempat anaknya, Mamak dan Bapak bekerja keras dari pagi hingga petang di kebun demi pendidikan yang dulu tak pernah mereka rasakan hingga tamat.
Suatu hari, Burlian dan Pukat merencanakan bolos sekolah untuk mencari belalang di kebun. Namun sayangnya, Amelia memergoki keduanya. Amelia mengadukan perbuatan Burlian dan Pukat hingga mereka berdua mendapatkan hukuman yang tidak pernah mereka duga. Burlian dan Pukat diizinkan tidak sekolah akan tetapi mereka harus bekerja mencari kayu bakar, bolak-balik naik turun dari rumah ke hutan dan sebaliknya. Mereka bekerja dari matahari terbit hingga terbenam dengan hanya mendapatkan makan siang berupa nasi tanpa lauk dan sayur. Pelajaran penting yang ingin Mamak sampaikan adalah bersekolah lebih mudah daripada bekerja seharian penuh seperti Mamak dan Bapaknya.
Yok kita simak kisah "Si Anak Spesial" ini...
| 00373 | 899.221 3 TER b | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain