Monograph
Nama - Nama yang Dipahat di Batu Karang - Pentigraf
Nama - Nama yang Dipahat di Batu Karang - Pentigraf
Kitab ini merupakan kitab keenam yang menandai 5 tahun Kampung Pentigraf Indonesia (KPI) yang diikuti oleh 153 pentigrafis. Pentigrafis yang terlibat dalam buku ini tersebar di seluruh Indonesia.
Sebarannya; Malang 19 orang, Jakarta dan Yogyakarta masing-masing 9 orang, Bandung 7 orang, Pakanbaru dan Blitar masing-masing 6 orang, Purwokwrto, Tuban, Tangerang Selatan, dan Mojokerto masing-masing 4 orang, Jember, Cilacap, Surabaya, Solo, Bekasi, Tulungagung, Sumenep, Nganjuk, Banyuwangi, dan NTB masing-masing 3 orang, Sidoarjo, Kediri, Bogor, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Medan dan Pangkalpinang masing-masing 2 orang, Kota Banjar, Gresik, Tangerang Kota, Batam, Bali, Bondowoso, Klaten, Madiun, Semarang, Sumatera Selatan, Boyolali, Padang, Batang, Jombang, Grobogan, Tasikmalaya, Pasuruan, Bulukumba, Cibinong, Rangkasbitung, Tangerang Kabupaten, Payakumbuh, Wonosobo, dan Salatiga masing-masing 1 orang.
Tiap pagi kami bertiga sudah menunggu di ujung gang. Mungkin orang-orang masih tidur, kami sudah menunggu kehadirannya. Setelah kumandang adzan subuh selesai, yang kutunggu datang, berbaju kuning dengan gerobak yang didorongnya. (Pentigraf SANG PEMURAH - Tengsoe Tjahjono, hlm. 224)
Berikut ini sebuah kutipan pentigraf yang ditulis oleh 2 pentigrafis Tengsoe Tjahjono dan Yayuk Sulistiyowati M. V. :
Tanah makam masih basah. Nisannya terukir nama Rr. Dyah Ratri Hadiningrat, seorang istri jenderal bintang satu yang terkenal disiplin mendidik anak-anaknya. Kini Eyang Putri terbaring satu liang lahat dengan Dyang Kungku yang sudah 14 tahun silam berpulang. (Pentigraf IBU DARI IBUKU - Yayuk Sulistiyowati M.V., hlm. 242)
| 03137 | 899.221 3 | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain