Monograph
Pelajaran dari Corona - Putiba & Pentigraf
PELAJARAN DARI CORONA - KPKD (GKOMUNITAS PENULIS KATOLIK DEO GRATIAS)
Kitab Puisi dan Cerpen Tiga Paragraf ini ditulis oleh 32 penulis. Berisi sebuah refleksi iman bersama Bunda Maria dan Yesus Kristus, Puteranya di masa-masa krisis karena terpaan badai wabah Corona. Bait-bait puisi tergores penuh makna, manakala sosok keibuan Bunda Maria menjadi penopang dan menjadi tempat semua anak-anak manusia yang kehilangan harapan di tengah badai pandemi corona. Manakala sosok Sang Puteranya, Yesus Kristus menjadi sandaran dan harapan bagi semua orang yang juga memikul salibnya masing-masing di dunia yang sedang sakit.
Bunda Maria adalah sosok Ibu bagi kaum lemah dan tertindas, tempat di mana semua anak mengadu, mengeluh dan mengesah. Ia hadir bersama Sang Putera, menjadi sandaran dan harapan setiap insan yang mengimaninya.
Putiba
YA NAMAMU MARIA – Yayuk Sulistiyowati MV. (hlm. 74)
lebih dari tiga purnama
lebih dari sembilan kali sembilan hari
lebih dari tujuh puluh kali tujuh kali
namamu kusebut
jiwa risau pun dirundung duka
pandemi menoreh gurat luka
kekasih terrenggut
ladang hidup tergerus
ya namamu Maria,
ibu tempatku mengeluh
tetap kusebut sekalipun aku kelu
“… pastilah nama itu hidup dalam batinku, dan nanti kuucapkan di saat ajalku…”
Pentigraf
IKUTI AKU – Tengsoe Tjahjono (hlm. 120)
“Gunakan masker. Ikuti aku. Kalian akan menyelamatkan banyak orang,” kata dokter muda di kampung tempat tinggalnya. Aneh, hari ini begini memakai masker. Seperti alien, pikir mereka.
Seminggu kemudian seseorang jatuh sakit. Batuk dan sesak napas. Sehari kemudian istri dan anak orang itu menderita sakit dengan gejala yang sama. Selang sehari tetangganya. Hanya dalam sepekan seluruh penduduk di kampung itu terpapar corona.
“Andaikan dahulu aku mendengarkan kata-katanya,” sesal mereka. Nasi telah menjadi bubur. Kampung itu kini diisolasi.
| 02646 | 899.221 3 KPK p | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain