Monograph
Takziah Bulan Tujuh Sapardi Djoko Damono - Putiba
TAKZIAH BULAN TUJUH -TPI (Teras Putiba Indonesia)
Kitab Putiba (Puisi Tiga Bait) yang berisi 201 puisi yang ditulis oleh 108 warga Teras Putiba Indonesia dalam upaya mengabadikan tokoh penyair Sapardi Djoko Damono sebagai persembahan cinta dan mengenang penyair yang sangat menginspirasi banyak orang ini.
Sapardi yang wafat pada Minggu, 19 Juli 2020 ini meninggalkan kenangan-kenangan yang terpahat dalam puisi-puisinya yang abadi sepanjang masa. “Yang Fana adalah Waktu”, itu goresan puisi yang Sapardi yang manggambarkan bahwa kematian hanya untuk waktu, bukan untuk manusia.
BELAJAR JADI PENYAIR – Tengsoe Tjahjono (hlm. 175)
Kuhunus mata pisau
Dalam pagi berkabut
Kata meleleh darah
Aku renangi sungai
Dalam baju penyair
Debur kecipak kata
Di atas panggung
Dalam lampu temaram
Mimpiku bertaburan bintang
SETELAH SUATU HARI NANTI – Yayuk Sulistiyowati MV. (hlm. 192)
puisimu adalah jiwa
tetap abadi tanpa jasad
kau takkan rela biarkan sendiri
suaramu adalah doa
tetap terdaras tanpa bunyi
kau berjanji akan menyiasati
impianmu adalah cinta
tetap tersurat tanpa tersirat
kau takkan letih mencari
| 02644 | 899.221 1 TPI t | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain